PETALING JAYA, 17 Agustus 2026 — Penyanyi Haqiem Rusli menyerukan agar rekan-rekan di dunia hiburan menunjukkan sikap sportif terhadap pencapaian sesama. Ia mengingatkan pentingnya bersikap gembira atas kejayaan orang lain dan menyarankan kalau memang tidak menyukai, lebih baik memilih untuk diam.

Haqiem menyampaikan kekecewaannya setelah mengamati kecenderungan sebagian penggiat seni musik yang mulai menormalisasi saling menjatuhkan. Menurutnya, masyarakat seni pada masa lalu lebih harmonis karena adanya budaya saling mendukung tanpa perlu membandingkan atau merendahkan kemampuan sesama seniman.
## Pesan Haqiem Rusli kepada rekan penggiat seni
Haqiem secara tegas mengimbau rekan-rekannya untuk kembali mengedepankan dukungan antarsesama. Ia menilai normalisasi sikap saling menjatuhkan berpotensi merusak suasana kolektif yang selama ini menjadi modal penting bagi perkembangan industri. Pesan itu ia sampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap dinamika perilaku profesional di kalangan musisi dan pekerja seni.
Pernyataannya menekankan bahwa apresiasi terhadap pencapaian orang lain bukan hanya soal etika, tetapi juga bagian dari upaya memelihara iklim kerja yang sehat. Dalam konteks ini, Haqiem menegaskan bahwa jika seseorang merasa tidak suka terhadap karya atau tindakan orang lain, pilihan paling bijak adalah menahan komentar yang bernada merendahkan.
## Mengenang suasana harmoni masa lalu
Haqiem mengungkapkan bahwa suatu ketika industri hiburan lebih mudah menjaga keharmonisan karena para penggiat saling mendukung. Ia menyebutkan bahwa saat itu perbandingan dan tindakan merendahkan tidak menjadi kebiasaan, sehingga hubungan profesional rtis bisa tumbuh dalam suasana yang lebih positif.
Kenangan akan periode tersebut menjadi alasan Haqiem mengajak kembalinya praktik saling menghormati. Ia menilai, dengan mengembalikan sikap tersebut, ruang bagi kreativitas dan kolaborasi akan lebih luas terbuka, dan potensi konflik yang tidak produktif dapat dikurangi.
## Imbauan untuk menjaga etika profesional
Ajakan Haqiem juga mengandung pesan agar setiap pelaku industri hiburan lebih sadar akan dampak kata-kata dan sikap mereka terhadap karier kolega. Menahan diri dari komentar merendahkan dianggap sebagai langkah sederhana namun signifikan untuk menjaga reputasi industri secara keseluruhan.
Dalam pernyataannya, Haqiem menekankan pentingnya memilih bahasa dan tindakan yang membangun. Sikap seperti itu tidak hanya menguntungkan individu yang menerima dukungan, tetapi juga menguatkan rasa saling percaya di insan kreatif yang bekerja di sektor serupa.
Pesan yang disampaikan Haqiem mencerminkan seruan agar norma profesional dan solidaritas kembali menjadi pijakan dalam interaksi sehari-hari para penggiat seni. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan atas keberhasilan orang lain merupakan bentuk kedewasaan profesional yang patut dijaga.
Haqiem berharap, melalui perubahan sikap individu, industri hiburan dapat kembali ke suasana yang lebih harmonis dan produktif, di mana persaingan tetap sehat dan kolaborasi mendapat tempat yang layak. Jika perbedaan selera atau pandangan memicu ketidaksukaan, ia mengingatkan satu pilihan sederhana: lebih baik diam daripada merendahkan.
