Pariwisata Sri Lanka kembali menarik perhatian internasional melalui partisipasinya dalam Let’s Travel International Tourism Forum (ITF) 2026 di Moskow. Kehadiran delegasi Sri Lanka pada perhelatan keenam forum tersebut menegaskan upaya promosi destinasi yang berkelanjutan di pasar Rusia.

Forum berlangsung pada 10–14 June di VDNH Exhibition Complex, salah satu arena pameran terbuka terbesar di Moskow. Sri Lanka tampil dengan paviliun yang menonjol dan perwakilan tingkat tinggi, sekaligus mengadakan pertemuan bilateral untuk memperluas kerja sama pariwisata dan ekonomi.
Delegasi dan pengakuan internasional
Delegasi resmi Sri Lanka dipimpin oleh Hon. Deputy Minister of Tourism Prof. Ruwan Ranasinghe, didampingi SLTPB Deputy Managing Director Mr. Chamila Jayarathna dan Assistant Director Marketing Ms. Sasika Jayaweera. Mereka juga ditemani H.E. Ambassador Ms. Shobini Gunasekera serta First Secretary Commercial Mr. Sanjeewa Bandara. Dukungan logistik dan fasilitasi disediakan oleh Embassy of the Russian Federation in Sri Lanka dan Roscongress Foundation untuk memastikan partisipasi delegasi berjalan lancar.
Pada forum yang diakui sebagai salah satu acara pariwisata utama di Rusia ini, ITF 2026 mencatat lebih dari 511,000 pengunjung dengan 180 stan negara dan regional serta 574 organisasi peserta. Dari segi penghargaan, Sri Lanka menerima Let’s Travel First-Degree Laureate Award di 12 peserta internasional, sebuah pengakuan yang menonjolkan posisi negara tersebut di kancah pariwisata global.
Dialog bilateral dan inisiatif konektivitas
Kesempatan di ITF 2026 dimanfaatkan untuk memperdalam hubungan bilateral. Prof. Ranasinghe mengadakan pertemuan dengan Hon. Deputy Minister of Economic Development Mr. Dmitry Vakhrukov serta pejabat senior dari St. Petersburg dan Sverdlovsk Region. Pembicaraan berfokus pada promosi destinasi, penyelenggaraan familiarization tours, perluasan jangkauan regional, serta peningkatan konektivitas udara — langkah-langkah yang dianggap penting untuk memperbesar arus wisatawan dari Rusia.
Selain pertemuan bilateral, Prof. Ranasinghe juga berkontribusi dalam dua panel tingkat tinggi bertajuk “Direct flights, simplified visas and what this means for the industry” dan “Tourism of national importance: The strategic potential of international cooperation.” Paparan beliau menekankan komitmen Sri Lanka untuk mempermudah perjalanan dan membangun kemitraan jangka panjang.
Promosi dan respons publik
Paviliun Sri Lanka berhasil menarik perhatian pengunjung dengan elemen budaya yang kuat: struktur gajah, pertunjukan tradisional, pengalaman otentik Ceylon tea, serta materi promosi yang menampilkan pantai, satwa liaar, wellness, dan pariwisata petualangan. Stand tersebut sering dikunjungi ulang oleh pengunjung yang memberi respons positif, memperkuat daya ingat dan loyalitas terhadap merek destinasi Sri Lanka.
Eksposur media juga menjadi bagian penting dari strategi promosi; delegasi melakukan wawancara dengan dua kantor berita Rusia, memberikan kesempatan untuk menyampaikan ragam atraksi Sri Lanka langsung kepada audiens Rusia dan meningkatkan visibilitas destinasi.
Keterlibatan konsumen dan pelaku usaha
Ribuan pengunjung datang untuk mencari informasi tentang peluang perjalanan ke Sri Lanka, sementara sesi B2B mempertemukan mitra perjalanan Sri Lanka dengan operator outbound dari delapan wilayah Rusia. Pertemuan ini membuka peluang perluasan pasar di luar Moskow dan St. Petersburg, serta mendukung pengembangan produk, diversifikasi penawaran, dan inisiatif pemasaran bersama untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan dari Rusia.
Partisipasi di ITF 2026 memperkuat ikatan pariwisata bilateral dan meningkatkan profil Sri Lanka sebagai destinasi sepanjang tahun. Dalam persaingan yang ketat dengan negara lain yang juga mempromosikan produk mereka, paviliun Sri Lanka berhasil menonjol berkat penekanan pada budaya dan branding yang autentik, menandai pentingnya upaya promosi yang berkelanjutan di pasar Rusia.
