Pelakon Ezaidi Aziz menepis tuduhan yang mengaitkan keputusannya kembali membina badan dengan niat mencari sumber pendapatan yang tidak halal. Mohamed Ezaidi Ab Aziz, 31 tahun, menegaskan bahwa tujuan utamanya kembali aktif berlatih di gimnasium adalah demi tuntutan pekerjaan sebagai pelakon.

Pernyataan itu disampaikan sebagai jawaban atas kritik dan pertanyaan dari sebagian netizen yang mempertanyakan motif di balik perubahan penampilan dan aktivitas latihannya. Ezaidi menolak anggapan negatif tersebut dan menegaskan, “Cukup saya sendiri tahu…”, sebagai penegasan bahwa niatnya jelas dan pribadi.
Respons Ezaidi terhadap tuduhan
Ezaidi merespons langsung tudingan yang beredar dan berusaha meluruskan persepsi publik mengenai niatnya. Ia menegaskan bahwa klaim yang menyebut bahwa pembentukan kembali tubuhnya dimaksudkan untuk mencari pendapatan haram tidak berdasar. Penjelasan itu disampaikan untuk memberi gambaran yang lebih akurat tentang motivasinya, sekaligus meredam spekulasi yang beredar di kalangan warganet.
Meski mendapatkan respons beragam di ruang maya, Ezaidi memilih menekankan aspek profesional dalam keputusannya. Ia menganggap upaya menjelaskan motif tersebut penting agar fokus publik kembali pada aspek seni dan persiapan profesional yang sedang dijalaninya.
Alasan kembali aktif berlatih
Dalam klarifikasinya, Ezaidi menjelaskan bahwa kembalinya ia ke gimnasium adalah terkait kebutuhan peran dan tuntutan pekerjaan sebagai pelakon. Latihan fisik kembali dijadikan bagian dari persiapan profesional agar penampilannya sesuai dengan karakter yang akan dibawakan.
Ia menekankan bahwa pembentukan tubuh atau perubahan penampilan bagi seorang pelakon sering kali berkaitan langsung dengan kebutuhan produksi dan kreasi seni. Oleh sebab itu, keputusan untuk berlatih kembali ia lihat sebagai langkah karier, bukan sebagai dorongan mencari pendapatan di luar jalur yang wajar.
Dampak bagi karier dan persepsi publik
Tuduhan seperti yang diarahkan kepada Ezaidi menunjukkan betapa cepatnya persepsi negatif bisa muncul ketika publik melihat perubahan penampilan seorang figur publik. Menjawab itu, Ezaidi berharap klarifikasi dan penegasan motivasinya mampu meredam spekulasi dan mengarahkan perhatian kembali pada karya yang sedang atau akan dikerjakan.
Pernyataan Ezaidi yang keluar pada 11 Juni 2026 menjadi titik klarifikasi untuk menanggapi komentar dan tudingan yang sempat beredar. Ia meminta agar penilaian terhadap tindakan profesionalnya didasarkan pada konteks karier dan kebutuhan seni, bukan asumsi yang tidak berdasar.
Dengan menegaskan kembali tujuannya, Ezaidi berharap publik dan pengikutnya dapat menerima penjelasan tersebut serta memberikan ruang bagi proses kreatif yang sedang dijalaninya. Ia memilih fokus pada persiapan dan pengembangan profesional, sambil menjawab kritik yang dirasa tidak tepat terhadap motif pribadinya.
