Di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Jawa Barat, sekelompok dosen Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung memperkenalkan pendekatan sederhana yang menekankan aspek spiritual. SEFT dan Mindfulness menjadi alat yang dipilih untuk mendekatkan pelayanan kepada lansia di Sukapura.

Inisiatif ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan lansia yang semakin beragam, dengan fokus pada pemberdayaan dan pendekatan yang mudah diakses oleh kelompok usia lanjut. Pendekatan yang dipilih para dosen diharapkan dapat menyentuh dimensi spiritual sekaligus kesejahteraan emosional lansia.
Respon terhadap peningkatan populasi lansia
Peningkatan jumlah warga lanjut usia di Jawa Barat menuntut penyesuaian berbagai layanan sosial dan kesehatan. Dalam konteks ini, langkah yang diambil oleh dosen UNISA Bandung berbentuk intervensi yang sederhana namun berorientasi pada pemenuhan kebutuhan holistik lansia. Upaya tersebut ditempatkan di komunitas Sukapura sebagai salah satu lokasi pelaksanaan.
Pendekatan SEFT dan Mindfulness Islami
Para dosen menghadirkan rangkaian kegiatan yang mengombinasikan terapi SEFT dan praktik mindfulness dengan nuansa Islami. Pendekatan ini disusun agar mudah dipahami dan dijalankan oleh lansia, dengan menekankan aspek spiritual yang relevan bagi komunitas setempat. Pilihan metode ini mencerminkan perhatian pada sisi jiwa dan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan.
Pelaksanaan dan keterlibatan komunitas
Penerapan kegiatan melibatkan interaksi langsung tim dosen dan lansia di Sukapura. Pendekatan yang sederhana menjadi salah satu pertimbangan agar kegiatan dapat berlangsung secara inklusif dan berkesinambungan, dengan harapan tercipta suasana yang nyaman bagi peserta. Selain itu, keterlibatan unsur lokal menjadi bagian penting agar intervensi terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari lansia di lingkungan tersebut.
Harapan dan tantangan ke depan
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh pendekatan yang memadukan aspek spiritual dan kesejahteraan lansia, khususnya di wilayah dengan jumlah penduduk lanjut usia yang meningkat. Pada saat yang sama, tantangan penerapan program semacam ini meliputi kebutuhan akan kesinambungan, adaptasi sesuai kondisi peserta, dan penyesuaian metode agar efektif bagi beragam lansia.
Dengan menempatkan pendekatan sederhana dan bernuansa spiritual sebagai fokus, langkah yang diambil oleh dosen UNISA Bandung dimaksudkan untuk memberi ruang pemberdayaan bagi lansia Sukapura. Upaya tersebut menjadi bagian dari respons terhadap perubahan demografis dan kebutuhan layanan yang lebih sensitif terhadap dimensi jiwa dan nilai-nilai setempat.
