Copenhagen dinobatkan sebagai kota paling bahagia bagi ekspatriat yang ingin pindah pada 2026, dengan skor kebahagiaan 6,954. Penelitian oleh perusahaan asuransi kesehatan internasional menemukan ibu kota Denmark itu menempati posisi teratas berkat penilaian yang kuat pada beberapa aspek kesejahteraan kota.

Kota ini menonjol terutama dalam penilaian terhadap warga, pemerintahan, lingkungan, ekonomi, kesehatan, dan mobilitas. Infrastruktur bersepeda yang berkembang dan ruang hijau yang luas membuat Copenhagen sering dijadikan tolok ukur bagi kualitas hidup perkotaan.
Peringkat kota paling bahagia untuk ekspatriat
Penelitian tersebut menyusun daftar kota yang dianggap paling ramah dan layak huni bagi orang yang pindah ke luar negeri pada 2026. Berikut posisi teratas beserta skor kebahagiaannya:
- Copenhagen, Denmark – 6,954
- Tokyo, Japan – 6,788
- Munich, Germany – 6,691
- Zürich, Switzerland – 6,683
- Barcelona, Spain – 6,668
- Oslo, Norway – 6,623
- Singapore, Singapore – 6,504
- Paris, France – 6,493
- Seoul, South Korea – 6,487
- Stockholm, Sweden – 6,479
Apa yang membuat Copenhagen unggul
Copenhagen memenangkan peringkat dengan skor tinggi di enam area kunci: warga, pemerintahan, lingkungan, ekonomi, kesehatan, dan mobilitas. Kota ini sering dipuji karena desain perkotaan yang mendukung aktivitas ramah lingkungan—termasuk jaringan jalur sepeda yang luas—serta banyak ruang publik hijau yang memengaruhi kualitas hidup.
Kekuatan di sektor-sektor tersebut menjadikan Copenhagen contoh keberhasilan tata kota modern yang memprioritaskan kesejahteraan penduduk dan lingkungan. Gabungan layanan publik yang baik dan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat mendorong posisinya di urutan teratas bagi ekspatriat yang mencari tempat tinggal baru.
Kota dan negara lain yang menonjol
Tokyo menempati posisi kedua dengan skor 6,788. Kota ini dihargai karena transportasi umum yang sangat efisien, layanan kesehatan yang baik, serta kehidupan kota yang dinamis—faktor yang membantu metropolis besar ini tetap masuk kategori paling bahagia. Munich berada di posisi ketiga (6,691), dengan keunggulan pada banyak taman, ekonomi yang sehat, dan layanan publik yang kuat.
Sementara itu, Zürich dinilai sebagai kota yang paling ramah secara global dengan skor 9.06 dari 10, menunjukkan tingkat keselamatan yang tinggi dan sedikit gesekan sosial. Pada tingkat negara, Islandia muncul sebagai negara paling menyambut bagi ekspatriat, menawarkan lingkungan yang kondusif untuk integrasi.
Menanggapi temuan tersebut, Director William Russell, William Cooper, mengingatkan pentingnya persiapan bagi para ekspatriat: “One of the biggest mistakes expats make is assuming that popular countries guarantee an easy transition. In reality, the first few months are when most challenges arise, such as navigating healthcare systems and securing a stable income. Preparing for those early stages is often more important than the choice of destination.”
Hasil penelitian ini menunjukkan dominasi kota-kota Eropa dalam daftar teratas, namun juga menyoroti pilihan dari Asia yang kuat seperti Tokyo dan Singapore. Bagi calon pendatang, hasil tersebut dapat menjadi pertimbangan awal, tetapi persiapan praktis pada tahap awal kepindahan tetap krusial agar transisi berjalan lancar.
