Sido Muncul melalui produk Tolak Angin dan Kuku Bima menggelar operasi katarak gratis untuk 100 mata di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.

Kegiatan operasi katarak gratis tersebut digelar pada Rabu dan diselenggarakan bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat serta Rumah Sakit UniMedika Sumber Waras Cirebon. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud lanjutan komitmen perusahaan terhadap masalah kesehatan penglihatan.
Kolaborasi lintas pihak untuk layanan bedah mata
Program ini melibatkan tiga pihak utama: Sido Muncul sebagai penyelenggara melalui merek Tolak Angin dan Kuku Bima, PERDAMI Pusat sebagai mitra medis di bidang oftalmologi, serta Rumah Sakit UniMedika Sumber Waras Cirebon sebagai fasilitas pelaksana operasi. Kolaborasi tersebut dirancang untuk menjangkau penderita katarak di Cirebon dan daerah sekitarnya yang membutuhkan tindakan bedah secara gratis.
Perpaduan pengalaman industri jamu dan farmasi dengan keahlian dokter spesialis mata serta fasilitas rumah sakit diharapkan dapat memastikan pelaksanaan operasi berjalan sesuai standar medis dan memberikan manfaat langsung kepada pasien.
Target dan jangkauan program
Pada pelaksanaan kali ini, jumlah katarak yang ditangani mencapai 100 mata. Peserta berasal dari wilayah Cirebon dan sekitarnya, yang dipilih untuk menerima operasi gratis sebagai bagian dari program yang difokuskan pada penurunan angka kebutaan akibat katarak.
Penyelenggara menyatakan program ini merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan dalam bidang kesehatan, memperkuat peran serta industri swasta dalam memberikan akses layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Implikasi sosial dan upaya berkelanjutan
Program operasi katarak gratis ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan langsung bagi penerima layanan, tetapi juga mencerminkan pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada isu kesehatan publik. Dengan memfasilitasi tindakan medis yang bersifat preventif dan kuratif, inisiatif seperti ini dapat membantu mengurangi beban keluarga dan komunitas yang terdampak gangguan penglihatan.
Meskipun program berskala terbatas pada 100 mata, pelaksanaan bersama PERDAMI Pusat dan Rumah Sakit UniMedika Sumber Waras Cirebon menunjukkan model kerja sama yang dapat direplikasi di lokasi lain jika didorong oleh kebutuhan dan dukungan pemangku kepentingan.
Pelaksanaan operasi katarak gratis oleh Tolak Angin dan Kuku Bima di Cirebon menegaskan komitmen Sido Muncul terhadap upaya pengurangan kebutaan akibat katarak di Indonesia. Langkah ini menempatkan kolaborasi sektor swasta dan tenaga medis sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat.
