SERDANG — Pelakon dan Miss Universe Malaysia 2024, Sandra Lim, berharap filem terbarunya, Last Dive, dapat menjadi platform untuk menyampaikan pesan pemuliharaan alam sekitar, khususnya soal ancaman terhadap ekosistem laut dan khazanah marin. Keterlibatannya dalam produksi ini membuka matanya tentang pentingnya menjaga kelestarian laut serta bahayanya tekanan terhadap hidupan laut.

Sandra menyatakan pengalaman di set membuatnya semakin peka terhadap isu-isu yang sering terabaikan. Ia berharap karya seni seperti filem dapat memicu diskusi di kalangan masyarakat dan mendorong langkah nyata untuk melindungi sumber daya laut yang rentan.
Last Dive sebagai platform kesedaran
Sandra melihat filem bukan sekadar sarana hiburan, tetapi juga medium efektif untuk menyampaikan pesan lingkungan kepada penonton luas. Dengan pendekatan sinematik, pesan tentang pentingnya pemuliharaan dapat mencapai penonton yang mungkin tidak tersentuh oleh kampanye tradisional.
Bagi Sandra, Last Dive memberi peluang untuk menggabungkan unsur dramatik dan edukatif tanpa mengurangi nilai seni. Melalui pengalaman akting dan keterlibatan di balik layar, ia menyebut bagaimana proses tersebut mengubah perspektifnya terhadap hubungan manusia dengan laut.
Pesan untuk generasi muda
Sandra menekankan peran generasi muda dalam menjaga khazanah marin. Ia berharap pemirsa, khususnya kaum muda, lebih peka terhadap isu-isu lingkungan dan mengambil tindakan yang mendukung kelestarian ekosistem laut.
Menurutnya, kesadaran harus diikuti oleh tindakan, baik dalam skala individu maupun komunitas. Sandra mendorong penonton untuk memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari karya seni sebagai langkah awal menuju perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap alam.
Peran seni dan tanggung jawab kolektif
Di luar pesan yang diusung, Sandra melihat industri kreatif memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Filem seperti Last Dive, menurutnya, dapat menjadi penghubung isu ilmiah dan publik umum, sehingga menumbuhkan simpati sekaligus pengetahuan.
Ia juga mengajak berbagai pihak—pembuat karya, penonton, dan komunitas—untuk menjadikan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari percakapan sehari-hari. Dalam pandangannya, perubahan positif terhadap kondisi laut memerlukan keterlibatan luas, bukan hanya dari aktivis atau ilmuwan saja.
Sandra Lim berharap momentum yang tercipta dari karya-karya budaya populer mampu memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga sumber daya laut. Dengan pendekatan yang tepat, ia optimistis pesan pemuliharaan akan sampai ke berbagai lapisan masyarakat dan berbuah pada langkah-langkah nyata untuk melindungi khazanah marin.
