xavola.id Gaya Hidup Veteran ATM Perlu Ruang untuk Terus Menyumbang

Veteran ATM Perlu Ruang untuk Terus Menyumbang

0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

SERI KEMBANGAN, 9 Ogos — Veteran ATM perlu dipandang sebagai aset negara yang masih produktif dan punya potensi untuk terus berperan dalam pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan setelah purnatugas. Pernyataan itu disampaikan oleh Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail yang bertindak sebagai Penaung Kempen Tabung Pahlawan.

Ilustrasi veteran atm untuk artikel Veteran ATM Perlu Ruang untuk Terus Menyumbang

Wan Azizah menilai narasi publik tentang golongan veteran wajib diubah dari sekadar cerita yang memohon simpati. Ia menyerukan agar kesempatan dan ruang diberi kepada para bekas anggota Angkatan Tentera Malaysia untuk terus memberi sumbangan bermakna kepada masyarakat dan negara.

Veteran sebagai aset produktif

Dalam penilaian yang disampaikan di Seri Kembangan, Wan Azizah menegaskan pentingnya melihat veteran melalui lensa kemampuan serta pengalaman yang dimiliki sepanjang bertugas. Pendekatan seperti ini, menurutnya, membuka peluang agar keahlian dan disiplin yang dimiliki para veteran dapat dimanfaatkan dalam sektor lain di luar tugas ketenteraan.

Tanpa memaparkan rincian program atau kebijakan tertentu, seruan untuk menggeser pandangan publik itu menekankan nilai strategis veteran dalam konteks pembangunan nasional. Transformasi pandangan semacam ini diharapkan mampu memunculkan kebijakan, inisiatif, atau kolaborasi yang memberi ruang bagi bekas anggota tentara untuk tetap berkontribusi.

Peranan Tabung Pahlawan

Sebagai Penaung Kempen Tabung Pahlawan, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail menyampaikan dukungan terhadap upaya yang memberikan perhatian khusus kepada veteran. Penempatan dirinya sebagai penaung menunjukkan fokus pada penggalangan kesadaran dan sumber daya untuk menangani kebutuhan dan potensi golongan ini secara lebih terstruktur.

Pernyataan tersebut juga menandai pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam memperluas ruang sumbang bagi veteran, termasuk dari sektor masyarakat sipil, swasta, dan lembaga non-pemerintah. Upaya semacam ini dilihat sebagai bagian dari pendekatan yang lebih luas untuk memastikan nilai pengalaman tentara tidak terbuang setelah masa tugas mereka berakhir.

Mengubah narasi publik dan langkah ke depan

Wan Azizah menggarisbawahi bahwa perubahan narasi tidak hanya soal persepsi, tetapi juga tentang memberi akses nyata—seperti peluang kerja, pelatihan keterampilan, dan pengakuan atas keahlian yang dimiliki veteran. Ia mendorong agar wacana tentang veteran tidak semata berkutat pada bantuan pasca-pensiun, melainkan juga peluang partisipasi produktif dalam pembangunan negara.

Meski pernyataan tersebut tidak merinci program konkret, pesan utamanya jelas: perlunya komitmen berkelanjutan untuk membuka ruang kontribusi bagi bekas anggota Angkatan Tentera Malaysia. Pendekatan ini dianggap penting agar kontribusi mereka tetap terasa dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

Isu keberlanjutan peran veteran mendapat sorotan ketika wacana tentang penghargaan dan pemanfaatan sumber daya manusia yang berpengalaman semakin relevan. Dengan dorongan dari tokoh-tokoh publik dan organisasi yang terkait, harapannya proyek, program, atau inisiatif yang mendukung peran veteran dapat semakin berkembang.

Pesan akhir yang disampaikan di Seri Kembangan menegaskan ajakan perubahan pandangan terhadap veteran: memberi mereka ruang bukan hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai strategi untuk memanfaatkan pengalaman dan kapasitas yang dapat mendukung pembangunan negara di berbagai bidang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related Post